Doa
Ya Allah, ajarlah kami untuk mencintai apa yang baik dan membenci apa yang jahat, dalam perenungan firman-Mu malam ini. Amin.
Bacaan Alkitab
Amos 5:12-15 (Alkitab Terjemahan BIMK)
(12) Aku tahu betapa besar kejahatanmu dan betapa banyak dosamu. Kamu menindas orang baik; kamu menerima sogok dan membiarkan orang miskin diperlakukan tidak adil di pengadilan.
(13) Karena perbuatanmu itu, maka orang-orang yang bijaksana merasa lebih baik diam saja pada masa yang jahat seperti itu.
(14) Berusahalah berbuat baik dan jangan berbuat jahat, supaya kamu hidup. Maka TUHAN Yang Mahakuasa akan sungguh-sungguh tinggal di antara kamu seperti yang kamu katakan.
(15) Bencilah yang jahat, cintailah yang baik, dan tegakkanlah keadilan. Mungkin TUHAN akan mengasihani orang-orang yang tersisa dari bangsa Israel.
Renungan
Saudaraku, pada ayat 12 Allah berfirman melalui perantaraan Nabi Amos begini, “Aku tahu betapa besar kejahatanmu dan betapa banyak dosamu.” Siapa yang dimaksud dalam ayat ini? Apakah Saudara dan saya? Tunggu, jangan baper atau terbawa perasaan dulu! Firman Allah yang begitu keras ini memang ditujukan pertama-tama bukan kepada kita melainkan kepada orang-orang Israel di utara.
Nabi Amos dipanggil Allah untuk menubuatkan penghakiman terhadap Kerajaan Israel di utara. Mereka dihukum Allah karena dosa dan ketidakadilan yang diperbuatnya: menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, membuat orang benar terjepit, menerima suap, dan mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. Sedemikian besar dosa dan ketidakadilan orang-orang Israel sampai-sampai apa yang didirikan dan dibuat oleh mereka tidak akan dinikmati. Sebab, mereka akan dihukum Allah. Kerajaan Israel akan hancur oleh bangsa Asyur.
Saudaraku, sekalipun berita penghakiman ini ditujukan pertama-tama bukan kepada kita, tetapi kita tetap perlu mawas diri. Caranya adalah berusahalah berbuat baik dan jangan berbuat jahat. Dengan indah Firman Allah menegaskan sekali lagi, “Bencilah yang jahat, cintailah yang baik.” Artinya, di satu sisi kita perlu memiliki gairah yang bergelora untuk melakukan segala yang baik seperti halnya kita mencintai seseorang. Di sisi lain, perlu ada tekad yang kuat dalam diri kita untuk tidak melakukan segala yang jahat sebagaimana kita tidak menyukai sesuatu. Dengan cara seperti inilah, maka kita akan hidup dan Allah akan menyertai kita senantiasa.
Doa Syafaat
Ya Allah, kami rindu untuk terus melakukan kebaikan dan menolak kejahatan. Kiranya Roh Kudus memampukan kami untuk memiliki gairah dalam mencintai yang baik dan tekad untuk membenci yang jahat. Sebab, hidup seperti inilah yang Engkau kehendaki untuk kami jalani. Jaga dan lindungi kami dalam tidur malam ini. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Bpk. Alfa Kristian F. Hia